TIK ITU PENTING!
Akhir-akhir ini perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi ) sudah sedemikian maraknya. Bidang pendidikan pun tidak kalah luput dari perkembangan TIK tersebut. TIK dapat digunakan untuk membantu pengajar dalam melakukan absensi. Selama ini yang kita tahu sejak SD hingga SMA , pengajar masih melakukan absensi secara manual, yakni di buku absen dan memanggil murid satu persatu. Padahal hal tersebut tentunya merepotkan dan tidak efektif karena ini cukup memakan waktu dan mengurangi waktu belajar kelas. Menurut saya, terkait dengan absensi tiap murid dapat secara praktis melakukan absensi dengan menempelkan jari mereka pada suatu instrument TIK dan data absensi langsung masuk ke database.
Data absensi juga bisa diakses secara online oleh orang tua murid yang ingin mengetahui perkembangan anaknya disekolah entah melaui situs sekolah maupun sms gateway. Selain itu TIK dapat diterapkan dalam mencatat nilai siswa dan mem-publishnya selama ini guru mencatat nilai siswa secara manual, untuk nilai ulangan harian, nilai UTS maupun nilai UAS setelah itu guru tersebut menghitung rata-rata keseluruhan sebagai nilai akhir. Tentunya akan lebih bijak jika kita mengurangi beban guru dengan membiarkan teknologi yang akan mengolah nilai akhir sehingga kesalahan akibat perhitungan manusia akan berkurang , dan guru akan lebih nyaman dalam bekerja. Selain itu nilai yang sudah dimasukkann dapat langsung dipublikasikan melaui situs sekolah sehingga semua proses perhitungan nilai siswa dapat diolah secara transparan. Siswa juga dapat melihat nilainya kapan saja dan dimana saja.
Selain itu , TIK juga dapat diterapkan dalam meletakkan modul pembelajaran. Hal ini dapat menjadi salah satu solusi akan mahalnya buku-buku cetak di Indonesia .Biasanya guru hanya menjelaskan materi di papan tulis , dan sumber utamanya tetaplah buku cetak yang harganya mahal dan belum tentu semua materi di dalamnya akan dipelajri oleh siswa.
Pemanfaatan TIK pada bidang pendidikan ini tentu memerlukan pengawasan dari pihak-pihak tertentu sehingga dalam pelaksanaannya tidak disalah gunakan. Misalnya saja jangan sampai penggunaan internet digunakan untuk bermain games, melihat situs porno, melihat berita yang kurang penting seperti gossip dll. Hal tersebut bisa diantisipasi dengan memblokir situs-situs yang membahayakan dan melakukan pengawasan secara langsung dilapangan selain itu banyak content yang disediakan di internet menggunakan bahasa Inggris. Akibatnya adalah siswa harus meningkatkan skill mereka dalam berbahasa Inggris agar dapat memahami dengan baik informasi yang disampaikan pada situs tersebut.
Sumber : http://devitaardina.blogspot.co.id/